Hal yang biasanya menjadi “ejekan” bagi para blogger, istilahnya “miskin comment”, contoh nya seperti blog saya ini (miskin comment). Maksudnya di blog nya sangat sedikit yang memberi comment, bahkan mungkin tidak ada sama sekali yang mau memberikan comment, bahkan lagi ... spam pun ogah mampir di kolom comment nya hehehehe. Kenapa bisa begitu?
Bisa jadi banyak faktor;
- Tulisan nya sudah jelas jadi ga ada yang mau di komentarin
- Topik tulisan nya kurang menarik
- Ga kenal sama penulisnya
- Segan buat nulis komentar takut diterima ga enak sama penulisnya
- Ga ada yang ninggalin komentar, jadi malu kalau mo ninggalin komentar sendirian.
- Ribet, harus daftar dulu kalau mo isi comment.
- Pakai huruf yang ga jelas (captcha image) segala kalau mo comment, dll.
Setelah saya perhatikan, ternyata banyak blog yang memang miskin comment, tapi traffic nya lumayan, seperti blog saya ini bulan mei kemarin terdata ada 350 visit, 713 page views, 2.04 page views (rata-rata), 46.86% New visit berarti ada 53.14% itu returning visitor, jadi saya berasumsi ... blog ini miskin comment bukan karena ga ada traffic.
Kemungkinan besar ... karena blog ini (melulu) isi nya adalah diary, topik nya banyak yang kurang menarik, jadi serba salah kalau mau ninggalin comment.
Dari hasil tracking, paling banyak google mengirim orang kesini untuk membaca tulisan saya tentang selingkuh, orang kita emang suka hal yang satu ini, entah itu film, lagu, novel atau apapun yang berbau selingkuh pasti bisa menjual di negeri ini, tapi tetap saja ... walaupun banyak yang berkunjung, comment nya tetap miskin :)
Jadi ... jangan sedih dulu, kalau blog anda juga miskin comment, belum tentu karena blog anda tidak ada yang kunjungi (tapi bisa jadi juga begitu), hanya saja faktor yang saya sebut diatas juga bisa jadi kendala nya, sama seperti kalau saya ke blog teman saya yang disini, saya malah speechless ga tau mo comment apa, saking setiap posting nya bagus-bagus, saya ga tau mo comment apa lagi, walaupun hampir tak ada yang perlu dikomentarin ... saya yakin anda akan membookmark blog nya, dan kembali kesana menunggu hasil karya-karya nya yang menurut saya “memukau”.










![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](http://bp3.blogger.com/_o1BukD2wZBA/SAudKiyUM5I/AAAAAAAAAp8/sGl_m9pL7yA/s320/valid-atom.png)

4 comments:
Since nobody seems to want to leave any comment here, allow me to.
Interesting observation you made there, Jala. Personally for me, only when the posting or the article posted was of any interest to me would I then make an attempt to leave a comment.
Even if I was in a hurry, I probably copy pasted and saved the posting and later, when I'm free or in a better frame of mind, only then will I respond.
Somehow, we have to admit that a blog's popularity depends a lot on how active it's generating responds from others. Especially when it generates a lively and healthy debate on the subject posted.
Still, whether it's getting any or no comment at all, should not dampen the blog owner from carrying on with his/her 'writing'.
Bukan bgitu Jala?
om kl di tipi skrang kayaknya malah banjir komentar semenjak EURO'08.sepertinya berkomentar uda bisa dijadikan profesional kerja tuh...:D
@pol
Memang salah satunya orang meninggalkan comment karena artikel nya menarik, tapi ada juga pengalaman, artikel nya kurang menarik hanya saja yang meninggalkan comment pertama itu yang menarik, jadi orang justru ingin mengomentari komentar yang pertama tadi.
Masalah respon, ada kebiasaan lagi comment nya cuman nulis "pertamaxxxxxx", "keduaxxxx", "ketigaxxxxx", dan seterusnya, disini bagusnya kalau blog tersebut sudah terbentuk komunitas nya, kolom komentar akan terisi dengan sendiri nya, jeleknya ... komentar seperti itu cuman makan bandwidth aja.
Ada lagi, tapi ini jarang terjadi, jadi malas comment kalau tag "no follow" aktif, artinya ... kita nggak bakal dapat backlink dari meninggalkan komentar di blog itu. Makanya sekarang ada gerakan "you comment I follow" jangan salah dimengerti, maksudnya bukan kalau anda meninggalkan comment disini saya bakal ke blog anda meninggalkan comment juga, tapi ... kalau anda menginggalkan comment disini, anda akan dapat backlink ke blog anda, hal ini sangat menguntungkan untuk menaikkan peringkat blog kita di search engine (sampe segitunya yah).
Bagi seorang blogger, komentar itu penting, hampir sama dengan kita sedang berbicara dengan orang lain, agak janggal rasanya kalau orang itu hanya mendengarkan dan tidak memberikan respon apapun dari percakapan yang kita buat.
Tapi bagi saya pribadi, saya sangat suka dengan returning visitor, apalagi returning visitor yang meninggalkan comment, tapi ... tidak meninggalkan comment apa pun juga ga masalah, karena saya tau dia datang ke blog saya lagi karena dia mendapatkan sedikit manfaat dari tulisan-tulisan saya, para webmaster biasanya tau akan hal ini dengan memasang tracking di situs/blog nya.
Inilah hal yang paling membanggakan buat saya, hampir selama 3 tahun pol masih setia untuk ngunjungin blog saya ini, cuman sekedar pengen tau kejadian apalagi yang ingin saya tinggalkan sebagai jejak di setiap tahunnya, ini juga yang menjadi alasan saya kembali semangat mau menulis disini lagi (saya udah punya blog selingkuhan yang tidak miskin comment pol):D
@fajar
Indonesia gitu lho, segala dikomentarin, padahal penonton juga udah tau apa yang terjadi, secara udah langganan majalah, koran, nonton, nge net, jadi udah ngerti kedudukan tim masing-masing.
Komentator tuh sering ngomong "seperti yang sudah saya bilang tadi bla bla bla" padahal tadinya mah ngomong lain.
Pasti om dah tau deh komentator yang saya maksud tuh siapa.
Bukannya profesional itu ada jenjang pendidikannya? ada kode etik nya?
Bisa jadi lahan baru neh buka fakultas komentarlogi hehehehehehe.
ke empatxxxxxxx
untung gwe g punya blog g pintar nulis sih sukanya baca aja
Post a Comment
Komen nya jangan aneh aneh :D